MENGAPA TIDAK BOLEH LEBIH DARI 3 MENIT?

11 01 2010

Tugas utama dari Dinas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), adalah
1. operasional
2. Maintenance
3. Latihan
untuk point pertama (operasional) keberhasilannya di tentukan berdasarkan respond time yang berhasil dicapai oleh personil PKP-PK dalam menyelesaikan tugasnya. Respond time dalam hal ini adalah waktu reaksi yang dicapai oleh personil PKP-PK dari saat menerima berita keadaan darurat hingga mencapai lokasi kejadian dan telah memancarkan bahan pemadam utama sebanyak 50% dari discarge rate kendaraan tersebut dalam waktu kurang dari dan tidak boleh lebih dari 3 menit. Pertanyaannya, kenapa tidak boleh lebih dari 3 menit?
Daya tahan tubuh manusia ada batasnya, manusia boleh berenang di dalam air bersuhu dingin, berada di gurun pasir yang panas, tapi tubuh manusia memiliki daya tahan yang terbatas, karena manusia super atau superman itu hanya ada di dalam film2 action saja. Menurut penelitian, manusia yang berada dalam situasi ruangan sempit yang terbakar dan dipenuhi oleh asap, hanya memiliki waktu untuk bertahan hidup paling lama 3 menit dan banyak yang tidak mencapainya. Oleh sebab itu, sesuai dengan motto tugas kami yaitu “to save life” maka demi menyelamatkan nyawa para penumpang yang berada dalam situasi pesawat yang terbakar, proses operasi penyelamatan tidak boleh melebihi 3 menit. Step by step prosesnya mungkin akan kami post kemudian.
Itulah sebabnya kenapa tugas kami yang teramat mulia ini sangat-sangat diburu oleh waktu karena nyawa manusia taruhannya. Kami sudah diberi pemahaman tentang hal ini dari saat pertama kali mengikuti pendidikan dan latihan. Dan konsep ini adalah sama diterapkan oleh Airport Fire Brigade diseluruh dunia. (be brave be us to save life)

From Blogger Pictures

Aksi

Information

8 responses

12 01 2010
Asep MS

Salut buat rekan2 PKP-PK di bandara supadio yang punya blog sendiri. Tp yang saya bingung, penelitian manusia hanya bisa bertahan hidup paling lama 3 menit dari mana referensinya?

3 02 2010
pkppksupadio

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada sdr. Asep yang telah berkunjung ke blog kami dan memberikan masukan kepada kami. Mengenai artikel mengapa tidak boleh lebih dari 3 menit tentu saja referensi kami menulis artikel tersebut berasal dari diktat yang kami peroleh selama diklat selama ini. Untuk rujukan lebih mendalam lagi mungkin sdr bisa membacanya di doc. ICAO ANNEX 14 section 9.2 tentang response time Airport Rescue and Fire Fighting. Ditambah sebagai pranala luar bisa sdr baca di http://findarticles.com/p/articles/mi_m0UBT/is_40_16/ai_93101631/
Mungkin sebagian isi artikel tersebut dapat kami sebutkan disini :
Canadian Michael Murphy has studied the state of airport rescue and fire fighting (ARFF) and found it wanting. He presented his findings at the recent annual meeting of the National Air Disaster Alliance (NADA). Murphy, former regional director general at Transport Canada and founding chair of the Air Passenger Safety Group, titled his ARFF presentation “A Concerned Passenger’s Perspective.”
Highlights are presented here:
Quick facts on aircraft fires:
* 41 percent of fatalities involving U.S. aircraft (1991-1998) were fire associated.
* Many people survive the crash, only to die from trauma and fire before rescue.
* Of 21 emergency evacuations in Canada, 14 (66 percent) took more than 90 seconds, the burn through time and certification criterion for emergency evacuation.
The international yardstick for ARFF response is contained in the Standards and Recommended Practices (SARPs) published by the International Civil Aviation Organization (ICAO), Annex 14, Section 9.2:
“The most important factors bearing on effective rescue in a survivable accident are: the training [emphasis added] received, the effectiveness of the equipment, and the speed with which personnel and equipment designated for rescue and fire fighting purposes can be put into use.”
The United States and Canada fall short of ICAO’s recommended ARFF capability, according to Murphy’s analysis. As an example, ICAO recommends a maximum response time of 2-3 minutes, while U.S. and Canadian standards allow for 3 minutes, and to the middle of the runway, not to the more demanding challenge of getting to the end of the runway.
An even better example, Murphy maintained, involves the 1996 collision of two aircraft at the intersection of two runways at Quincy, Ill. Fourteen survived the crash of a United Express B1900C and a Beechcraft King Air A90, only to die from smoke and fire. There were two pilots and 10 passengers on the B1900C, and two pilots in the A90. “An unmanned fire truck – required only for aircraft with 30 or more passenger seats – was only a minute away,” Murphy recounted. “By the time off-site firefighters arrived, all were dead, having died in clear sight of rescuers who were helpless to do anything.”

demikian mungkin jawaban yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat, terimakasih.

4 02 2010
Heriyanto Wibowo

Assalamualaikum wr.wb.

Pertama-tama salut yang setinggi-tingginya buat teman-teman PKP-PK Supadio Pontianak buat blog nya. Semoga hal ini dapat menjadi hal sangat positif bagi keberlangsungan unit PKP-PK yang kita cintai ini.
Sedikit tambahan mengenai kenapa response time tidak boleh lebih dari 3 menit (mohon koreksi juga kalau tidak salah) :
Kita tahu kalau sebagian besar crash disertai dengan fire dan kita harus meng- knock down fire under three minutes. Hal ini sebenarnya karena kulit pesawat yang terbuat dari bahan allumunium alloy tersebut akan meleleh kurang dari 3 menit karena panas yang mencapai sekian ribu derajat (maaf, saya juga lupa) dan ketika kulit pesawat sudah meleleh maka nyawa penumpang pasti terancam karena kemampuan daya tahan tubuh manusia yang terbatas.
Saya pernah membaca hal ini di sebuah diktat yang dibuat oleh salah satu senior PKP-PK Bpk. Sardjono.
Mohon koreksi dan ulasannya !
Tks.

9 02 2010
pkppksupadio

waalaikumsalam wr. wb
terimakasih kami ucapkan pada sdr. Heriyanto yang telah berkunjung ke blog kami dan kami setuju dengan apa yang telah sdr. Heriyanto sampaikan mengenai response time tidak boleh lebih dari 3 menit. Dan itu bisa dijadikan tambahan referensi kenapa response time tidak boleh lebih dari 3 menit, dan dapat memperjelas terhadap pertanyaan sdr. Asep MS mengenai hal ini.

28 03 2010
kubil BSH

adduuh pa’ maap numpang nanya…. gmana dengan masa depan profesi ini.. apalagi dengan pisahnya ats dgn pengelolaan bandara.. posisi pkppk dimana, lalu apakah akan berkembang organ pkppk?? kenapa sih kita fireman yang safety oriented harus selalu bentrok dgn profit orientednya org2 manajerial… trus gmana solusinya dengan penghematan suku cadang dan armada senjata pkppk(major vehicle)yg usianya overcredit..eh..limit? mereka rela koq liat kendaraan pada kaya “macan ompong” bisa jalan tp ga bs nembak, bisa nembak tp jalnnya berat..ad lg bs jln&nembak tp awaknya ga ada..?

28 03 2010
kubil BSH

ad kabar baik jg neh.. skep 345 dan 94. rencananya akan direvisi ulang, sama halnya dengan UU no.03 thn 2001 menjadi UU.no.01 thn 2009.
selama skep 345 dan 94 belum ada perubahan, maka mohon maaf.. profesi pkp-pk dimanapun, belum dapat dijadikan sandaran hidup.. detailnya baca aj sendiri..mlz ngetiknya..
skep diatas, secara administratif men-setting organ pkppk secara hirarki komando sebagai organisasi berjenjang yang kaku..tdk fleksibel dengan banyk posisi jabatan serta jenjang diklat. sengaja dibuat banyak namun melebar bukannya vertikal. artinya banyak posisi pelaksana dengan beban kerja sedikit, dan sedikit posisi menengah dengan banyak beban. jadi timpang duehh..
coba tengok organisasi ARFF di luar negeri..pasti ada suatu perbedaan yang cukup signifikan.!! kendaraan bagus, ok(canggih). SDM cukup,tidak terlalu banyak. kesejahteraan muantabb.. PROFESSIONAL. ga ada tuh pikiran utk pindah unit.!! kalo ats provider itu bukan lagi isu, tapi kalo arff provider..!!??

29 03 2010
pkppksupadio

terimakasih buat kubil BSH yang sudah berkunjung ke blog kami, mengenai apa yang saudara kubil sampaikan pada dua komentar di atas ada benarnya, kita personel PKP-PK yang bekerja di bawah sebuah perusahaan yang profit oriented dengan visi dan misi kita ke depan sangat bertolak belakang, di satu sisi kita mengutamakan keselamatan dengan mengandalkan kendaraan operasi sebagai senjata kita, tapi tidak dapat di penuhi oleh perusahaan yang notabene itu tadi “profit oriented” vs safety oriented. Sehingga betul kata anda tadi kita diharuskan untuk berhemat dari berbagai segi dengan kendaraan yang sudah lewat jam terbangnya. Memang sangat berbeda apabila profesi kita dibandingkan dengan di luar negeri, di sana ARFF berada langsung di bawah Departemen Pemadam Kebakaran, dan khusus untuk ARFF merupakan spesialisasi dari personel pemadam kebakaran reguler. Sehingga untuk anggaran mereka langsung didapatkan dari anggaran negara yang bebas korupsi. Coba kita lihat dulu sebelum PKP-PK ini diambil alih oleh BUMN, anggaran langsung dari negara dan pengadaan kendaraan di daerah selalu ada. Dan untuk anda ketahui kendaraan operasi utama di PKP-PK Supadio merupakan kendaraan dengan pengadaan sebelum gabung dengan Angkasa Pura. Selama ini peremajaan kendaraan hanya sebatas kendaraan pembantu seperti Ambulance dan Comando. Pihak perusahaan sepertinya lebih mengutamakan rekondisi dari pada pengadaan baru. Ya itu tadi “program penghematan”. Untuk masalah skep kami sangat setuju sekali dengan saudara kubil, memang dengan adanya sket tersebut organisasi kita terasa kaku alias tidak fleksibel. Ya semoga saja rencana revisi skep tersebut benar-benar terlaksana. ARFF provider? boleh juga tuh.. kita bisa menganut kepolisian yang pisah dari TNI dengan membuat departemen sendiri dengan pimpinan tertinggi Kapolri. Dan di bidang Pemadam Kebakaran dibentuk Departemen Pemadam Kebakaran yang khusus menangani masalah pemadam kebakaran di seluruh indonesia, dipimpin oleh satu orang Kepala Komando Pemadam Kebakaran Republik Indonesia. Dan untuk pemadam kebakaran Bandara merupakan sub spesialisasi departemennya. Untuk anggarannya langsung dianggarkan dari APBN termasuk pengadaan kendaraan operasionalnya. Amiiin

15 01 2011
kubilBSH

hehehe betul..itu kawann.. tapi seiring berjalannya waktu..banyak dinamika yang terjadi di siniakhir2 ini. safetyVSprofit itu memang dua hal yang kontradiktif namun itu juga adlah perang tanpa akhir krn ada di dua sisi dunia yang berbeda, ibarat alam gaib dan nyata. lebih dalam lagi tanpa mengesampingkan hal diatas, bagaimana caranya profesi ini dapat meriah independensi total..why..?? kita sama2 telah melihat dan menjalani bahwa pkp-pk cabang manapun selalu bergelut dengan inovasi dan development organnya berikut entitas didalamnya..dengan “keadaan yang kita sama2 tau”…maka gmana pkp-pk tetap eksis walau dihantam gelombang..soliditas profesi mutlak perlu..dan satu lagi..MILITANSI. arahnya skrang adalah ARFF towards efficiency VS effectiveness.. profesi ini jangan lagi terbelenggu dengan TUPOK (operation,maintenance&traing)yang kaku&monoton. Banyak lahan bung..di wilayah kerja bandara kita masing2, ekspansi jawabnya.. intinya cari2 kerjaan yang bisa digarap dalm koridor fire safety, bak itu dari manajemen sisi darat, udara, dan keberlangsungan aset dan fasilitas perusahaan.. ingat bung..AP2 sedang melakukan divestasi terhadap seluruh asetnya terkait bergulirnya ATS provider januari 2011 ini. apapun yg terjadi&akan terjadi..This profesion must survive at all cost.. profesi lain enak2 saja bekerja krn pemikirnya ada diPUSAT benar2 strive for them…tapi pkp-pk?? bisakah kita bersandar&berharap sesuatu yg lebih baik dari mereka??? tapi semua gak usah dipusingin..skrg kita berlomab2 lengkapi diri dengan pengajuan2 diklat,short course,refreshing course yang kesemuanya HARUS BERSERTIFIKAT untuk hari esok. kalo sudah dirasa ga kuat lagi tahan emosi, muak liat keadaan dan mentok. EXODUS…bukan pindah unit tapi keluar jadi EKSPATRIAT hahaha…exxon,petronas,shell, dll..
jalan masih panjang masih butuh lebih banyak lagi aktivis profesi dan para milisi.. MISI 2011; intensif&ekstensifikasi profesi ke sisi engineering(K3) dari subsidiaries duty(annex14) dan provisi tata kelola fisik bandara dlm oridor fire safety. VISI ; PANGKAT KOPRAL GAJI JENDERALL…
profesi ini masih dalam tahap perjuangan untuk kemerdekaan(independensi)..endless fight..huh..capee d..
fight teruoosss..gas on… awas hati2 mobil udah pada butut,ntar jeboll pompanyaa…hahahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: