Mengenal Busa (Foam) sebagai bahan pemadam api.

3 04 2011

foam pada Pemadaman Kebakaran

Dalam dunia PKP-PK, foam atau busa merupakan senjata utama dalam memadamkan api yang berasal dari pesawat yang terbakar. Hal ini dikarenakan pada pesawat yang  terbakar tersebut membawa bahan bakar yang cukup banyak. Sehingga untuk memadamkan api yang mengandung bahan bakar cair tersebut, diperlukan bahan pemadam khusus yang secara efektif dapat memadamkannya. Sebagai senjata utama, kita perlu mengetahui lebih lanjut mengenai bahan pemadam busa ini, dari sejarahnya, kandungannya hingga jenisnya.

Busa pemadam kebakaran adalah busa yang digunakan untuk memadamkan api. Perannya adalah untuk mendinginkan api dan untuk menyelimuti bahan bakar yang terbakar, mencegah kontak kembali dengan oksigen yang dapat mengakibatkan nyala api kembali. Busa pemadam kebakaran diciptakan insinyur dan ahli kimia Rusia Aleksander Loran tahun 1902.

Surfaktan perlu digunakan untuk menghasilkan konsentrat busa kurang dari 1%. Komponen lain dari busa merupakan larutan penghambat api yang bersifat organic (mis. trimethyltrimethyleneglycol dan glikol hexylene), penstabil busa (misalnya lauril alkohol), dan inhibitor korosi. Oleh sebab itu kenapa Foam ini bersifat sangat korosif sekali terhadap logam.

Busa ekspansi rendah (low expansion foam) memiliki ekspansi rata-rata (expansion rate) kurang dari 20 kali. Busa dengan rasio ekspansi antara 20-200 adalah ekspansi sedang. Busa ekspansi rendah seperti AFFF bersifat rendah-viskositas, mudah dalam pendistribusian, dan dapat dengan cepat menutupi area yang luas.

Busa ekspansi tinggi (high expansion rate) memiliki expansionrate lebih dari 200. Mereka cocok untuk ruang tertutup seperti hanggar, yang mana dibutuhkan suatu pengisian cepat.

Alcohol Resistant Foam mengandung polimer yang membentuk lapisan pelindung antara permukaan pembakaran dan busa, mencegah kerusakan busa karena adanya alkohol dalam bahan bakar yang terbakar. Alcohol resistant foam harus digunakan untuk memadamkan api dari bahan bakar yang mengandung oxygenates, misalnya. MTBE (Methyl tert-butyl ether), atau cairan yang mudah terbakar dan mengandung pelarut polar. Sebagai contoh termasuk di dalamnya jet fuel atau avtur.

Jenis Foam
Foam kelas A.

Foam Kelas A dikembangkan pada pertengahan tahun 1980 untuk memadamkan kebakaran hutan. Foam Kelas A dapat menurunkan tegangan permukaan air yang membantu dalam pembasahan dan saturasi bahan bakar kelas A dengan air. Ini membantu pemadaman terhadap kebakaran dan dapat mencegah api hidup kembali. Foam kelas A ini dapat digunakan untuk memerangi jenis lain dari kebakaran kelas A, termasuk kebakaran struktur.

Foam Kelas B
Foam Kelas B dirancang untuk api kelas B atau cairan yang mudah terbakar. Penggunaan busa kelas A pada api kelas B dapat menghasilkan hasil yang tidak terduga, busa Kelas B memiliki dua subtipe utama :

Busa sintetik

Busa sintetis didasarkan pada surfaktan sintetis. Busa sintetis dapat mengalir lebih baik serta knockdown terhadap api lebih cepat.

Aqueous film forming foams (AFFF) adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, dan fluoro surfactant seperti fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), atau asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol-resistant aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan.

Protein Foam

Protein Foam mengandung protein alami sebagai agen busa. Tidak seperti busa sintetis lainnya, busa protein bersifat bio-degradable. Menyebar lebih lambat, tetapi menyediakan selimut busa yang lebih tahan panas dan lebih tahan lama.

Protein foams meliputi regular protein foam (P), fluoroprotein foam (FP), film forming fluoroprotein (FFFP), alcohol resistant fluoroprotein foam (AR-FP), dan alcohol-resistant film forming fluoroprotein (AR-FFFP).

Protein Foam dari sumber-sumber non-hewan lebih disukai karena ancaman kemungkinan kontaminan biologis seperti prion (satu jenis penularan penyakit akibat protein hewani).

Penerapan terhadap busa

Setiap jenis busa memiliki penerapannya masing-masing. Busa ekspansi tinggi digunakan ketika di ruangan tertutup, seperti basement atau hanggar, harus cepat diisi. Busa ekspansi rendah digunakan pada tumpahan yang terbakar. Penerapan AFFF yang terbaik ialah untuk tumpahan bahan bakar pesawat, FFFP lebih baik untuk kasus-kasus di mana pembakaran bahan bakar yang tergenang, AR-AFFF lebih cocok untuk alkohol yang terbakar. Fleksibilitas yang paling dapat dicapai ialah oleh AR-AFFF atau AR-FFFP. AR-AFFF harus digunakan di daerah dimana gasolinesare dicampur dengan oxygenates, karena alkohol mencegah pembentukan film antara busa FFFP dan bensin,dan dapat meruntuhkan busa,sehingga penggunaan secara bersamaan dengan busa FFFP hampir tidak berguna.

Sejarah bahan pemadam foam.

Air telah lama menjadi agen universal untuk memadamkan kebakaran, namun air bukan yang terbaik di semua kasus. Sebagai contoh, air sangat tidak efektif untuk memadamkan kebakaran oleh bahan bakar minyak, dan bahkan dapat membahayakan. Bahan pemadam busa merupakan suatu perkembangan positif dalam memadamkan kebakaran oleh minyak.

Pada tahun 1902 sebuah metode pemadam kebakaran dari bahan bakar cair dengan cara menyelimuti mereka dengan busa pertama kali diperkenalkan oleh insinyur dan ahli kimia Rusia Aleksandr Loran. Loran adalah seorang guru sebuah sekolah di kota Baku, yang merupakan titik pusat utama industri minyak Rusia pada saat itu. Terinspirasi oleh pengalaman kebakaran minyak yang mengerikan dan tidak dapat terpadamkan, Loran mencoba menemukan suatu zat cair yang dapat menangani secara efektif kebakaran tersebut. Sehingga ia menemukan busa pemadam kebakaran, yang telah berhasil diuji dalam beberapa percobaan antara tahun 1902-1903. Pada tahun 1904 penemuannya dipatenkan, dan mengembangkannya pertama kali di tahun yang sama.

Busa asli merupakan campuran dari dua bubuk dan air sehingga menghasilkan suatu generator busa. Hal itu disebut sebagai busa kimia (chemical powder) karena terdapat suatu reaksi kimia untuk membuatnya. Umumnya, serbuk yang digunakan adalah natrium bikarbonat dan aluminium sulfat, dengan sejumlah kecil saponin atau liquorice ditambahkan untuk menstabilkan gelembung. Alat pemadam busa portable menggunakan dua bahan kimia yang sama dalam larutan: untuk melakukankan pemadaman, dapat dilakukan dengan melepas pin pengaman dan membalikannya,sehingga memungkinkan cairan yang terdapat di dalamnya untuk bercampur dan bereaksi. Alat pemadam portable ini biasa disebut sebagai foam dua galon. Busa Kimia merupakan suatu solusi yang stabil dalam pemadaman, gelembung kecil dalam busa tersebut mengandung karbon dioksida (CO2) dengan kepadatan lebih rendah daripada minyak atau air, dan sifatnya yang baik untuk menutupi permukaan datar. Karena sifatnya lebih ringan dari cairan bahan bakar yang terbakar, sehingga dapat mengalir bebas di atas permukaan cair dan memadamkan api yang ada di atasnya. Busa kimia (chemical foam) saat ini sudah dianggap ketinggalan jaman karena memerlukan banyak wadah untuk serbuknya, bahkan untuk kebakaran kecil sekalipun.

Pada tahun 1940 Percy Julian Lavon mengembangkan suatu tipe busa yang sudah di improvisasi disebut Aerofoam. Dengan menggunakan proses mekanis, konsentrat protein yang berbahan cair, dibuat dari protein kedelai, dan dicampur dengan air baik di proportioner atau nozel yang mengaerasi untuk membentuk gelembung udara dengan proses mengalir bebas. Oleh karena rasio ekspansi dan kemudahan dalam penanganannya sehingga membuat bahan pemadam ini menjadi populer. Busa protein mudah terkontaminasi oleh beberapa cairan yang mudah terbakar, sehingga harus berhati-hati dalam menggunakannya, oleh sebab itu busa hanya diterapkan di atas cairan yang terbakar. Busa Protein memiliki karakteristik pemadaman (knockdown) yang lambat, tetapi sangat ekonomis untuk kontrol paska kebakaran.

Pada tahun 1960 National Foam, Inc mengembangkan busa fluoroprotein. Bahan aktifnya adalah afluorinated surfaktan yang mengandung pelindung berbahan minyak yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Hal ini pada umumnya bersifat lebih baik daripada busa protein karena kemampuannya dalam menyelimuti permukaan yang terbakar lebih lama sehingga memberikan safety yang lebih baik terutama jika akan dilakukan tindakan penyelamatan oleh tim resque selanjutnya. Busa Fluoroprotein juga memiliki karakteristik knockdown yang lebih cepat.

Pada pertengahan 1960-an Angkatan Laut AS mengembangkan Aqueous Film-Forming Foam (AFFF). Busa sintetis ini memiliki viskositas yang rendah dan menyebar dengan cepat di seluruh permukaan bahan bakar hidrokarbon. Struktur dari film yang terkandung dalam air yang berada di bawah busa dan berfungsi untuk mendinginkan bahan bakar cair, serta menghentikan pembentukan uap yang mudah terbakar. Ini merupakan proses penting knockdown pada suatu kebakaran, dan merupakan faktor penting dalam dunia PKP-PK.

Pada awal 1970-an Nasional Foam, Inc menemukan teknologi Alcohol Resistant -AFFF. AR-AFFF merupakan busa sintetis yang dikembangkan untuk kedua hidrokarbon dan bahan pelarut polar. Pelarut Polar adalah cairan yang mudah terbakar dan dapat merusak busa pemadam api konvensional. Pelarut ini mengekstrak air yang terkandung dalam busa, sehingga dapat meruntuhkan selimut busa. Oleh karena itu, bahan bakar ini membutuhkan sejenis alkohol atau busa yang tahan terhadap pelarut polar. Busa yang tahan alkohol (alcohol resistant foam) tersebut harus dapat dipantulkan keluar permukaan dan dibiarkan mengalir ke bawah dan dapat membentuk lapisan (membran) diatas cairan minyak tersebut, hal ini dapat dibandingkan dengan AFFF standar yang dapat disemprotkan langsung ke api.
(Sumber : wikipedia)


Aksi

Information

3 responses

19 08 2011
Alat Pemadam APi SUPER CEPAT

Bagus sekali, kita memang sangat memerlukan bacaan sebagai pembelajaran dalam menanggulangi bahaya kebakaran.

Terima kasih.
Dari Sos Hartindo | http://www.soshartindo.com | 031 70000 505

3 12 2011
Achor Mohammad

makasih artikelnya, bermanfaat banget,. silakan mampir achormohammad.wordpress.com

11 02 2012
Busa (Foam) Bahan Pemadam Api « Wong168's Blog

[…] Sumber: https://pkppksupadio.wordpress.com/2011/04/03/mengenal-busa-foam-sebagai-bahan-pemadam-api/ Share this:ShareFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: