MANAJEMEN RESIKO

20 03 2012

Konsep Risiko

Sudah disadari bahwa pesawat udara yang sedang beroperasi pada suatu bandar udara  penuh dengan ketidakpastian  tentang keselamatan.

Lebih-lebih bila pesawat udara akan melakukan pendaratan darurat disebabkan mengalami kerusakan salah satu komponen yang berpotensi besar menyebabkan  terjadinya kecelakaan.

Hal tersebut merupakan risiko bagi pesawat udara yang sedang melakukan operasi penerbangan.  Apalagi dengan penerbangan komersil yang mengangkut sejumlah penumpang di dalamnya dan sudah pasti akan menimbulkan risiko keselamatan.

Risiko tersebut antara lain akan menimbulkan korban bila terjadi kecelakaan pesawat udara baik pada saat tinggal landas, mendarat dan bergerak di darat serta parkir di apron (refueling, loading, unloading dll).

Disamping itu masih ada lagi penyebab risiko terjadinya keadaan darurat bandar udara seperti kebakaran gedung fasilitas bandar udara, bentuk ancaman melawan hukum dan hal lain yang menyebabkan terganggunya operasi penerbangan di bandar udara.

Sehubungan hal tersebut di atas maka setiap penyelenggara bandar udara wajib menyiapkan unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) untuk menanggulangi bila terjadi kecelakaan pesawat udara tersebut sebagai bentuk pelayanan dalam upaya untuk meminimumkan ketidakpastian agar kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Penanggulangan risiko tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan pengelolaan berbagai cara penanggulangan risiko inilah yang disebut Manajemen Risiko Unit PKP-PK.

Dalam hal ini  akan dibahas tentang pengelolaan risiko meliputi langkah – langkah antara lain  :

    1. Berusaha untuk mengidentifikasi unsur unsur ketidakpastian dan tipe-tipe risiko yang dihadapi oleh unit PKP-PK;
    2. Berusaha untuk menghindari dan menanggulangi semua unsur ketidakpastian misalnya dengan membuat perencanaan yang baik dan cermat;
    3. Berusaha untuk mengetahui korelasi dan kosekwensi antar peristiwa , sehingga dapat diketahui risiko-risiko yang terkandung di dalamnya;
    4. Berusaha untuk mencari dan mengambil langkah langkah (metode) untuk menangani risiko-risiko yang telah berhasil diidentifikasi (mengelola risiko yang dihadapi);

Pengertian Risiko

Istilah risiko sudah biasa dipakai dalam kehidupan sehari hari, dan umumnya sudah memahami apa yang dimaksudkan.  Tetapi pengertian secara ilmiah dari risiko sampai saat ini masih tetap beragam yaitu antara lain  :

  1. Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu (Arthur William dan Richard , MH);
  2. Risiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss) (A.Abas Salim);
  3. Risiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa (Soekarto);
  4. Risiko merupakan penyebaran/penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan (Herman Darmawi);
  5. Risiko adalah probabilitas sesuatu hasil / outcome yang berbeda dengan yang diharapkan (Herman Darmawi);

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa risiko selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak diduga/tidak diinginkan.  Jadi merupakan ketidakpastian atau kemungkinan terjadinya sesuatu , yang bila terjadi akan mengakibatkan kerugian.

Karakteristik risiko  :

  1. Merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa;
  2. Merupakan ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian;

Wujud dari risiko  :

  1. Berupa kerugian atas harta / kekayaan atau penghasilan;
  2. Berupa penderitaan seseorang;
  3. Berupa tanggung jawab hukum;
  4. Berupa kerugian karena perubahan;

Ketidakpastian

Risiko timbul karena adanya ketidakpastian, yang berarti ketidakpastian adalah merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya risiko;

Dari  pengertian ketidakpastian sebagaimana dijelaskan di atas, risiko yang dimiliki oleh unit PKP-PK dalam pemberian pelayanan terhadap kecelakaan pesawat udara di daerah pergerakan pesawat udara  adalah tidak terpenuhinya response time (waktu bereaksi) dalam watu 2 menit dan tidak lebih dari 3 menit yang dipersyaratkan ICAO. Melebihi waktu yang dipersyaratkan berarti menambah risiko korban kecelakaan pesawat udara di dalam kawasan bandar udara  karena korban yang tidak dapat diselamatkan akan bertambah banyak.

Oleh sebab itu unit PKP-PK yang disiapkan di bandar udara harus selalu waspada dan mempunyai kesiapan yang tinggi agar risiko yang akan dihadapi dapat ditekan seminimal  mungkin.

Disamping itu untuk mengoperasikan atau menggerakkan kendaraan pemadam ke lokasi kejadian di daerah pergerakan pesawat udara diperlukan waktu yang singkat dan tentunya kecepatan kendaraan akan mencapai top speed (standar ICAO 100 km/jam), sehingga hal ini juga akan menimbulkan risiko bagi personel PKP-PK.

Dengan demikian dapat dijelaskan beberapa risiko yang mungkin dapat terjadi dalam operasi PKP-PK saat melaksanakan penanggulangan kecelakaan pesawat udara di daerah pergerakan pesawat udara yang dituntut dengan pencapaian response time yaitu sebagai berikut  :

1. Risiko Internal.

a. Mempertaruhkan tanggung jawab moral;

Untuk menyelamatkan jiwa manusia dan memadamkan kebakaran sebagai prinsip dasar tugas pokok PKP-PK  diperlukan waktu tanggap yang cepat dan tidak mengabaikan unsur keselamatan.   Untuk mencapai hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kemampuan personel PKP-PK dan fasilitas yang tersedia.

Dalam hal ini unsur penyelamatan korban merupakan bagian yang paling penting dalam pelayanan PKP-PK.  Dan untuk diketahui bahwa penyelamatan korban tidak harus menunggu kebakaran padam total, tetapi 90% kobaran api sudah dikuasai , tim penolong segera masuk kedalam pesawat udara untuk mengevakuasi korban dengan pengawalan nozzleman yang senantiasa siap melindungi bila terjadi kobaran api yang mengancam tim penolong;

b. Penyelamatan korban tentunya merupakan tanggung jawab moiral bagi personel PKP-PK dalam pemberian pelayanan.

Jika mengalami kegagalan tentunya akan menjadi preseden buruk kinerja operasi PKP-PK dan tentunya akan berpengaruh terhadap kejiwaan.  Hal ini tentunya kembali kepada personel PKP-PK apakah tugas pertolongan tersebut merupakan tanggung jawab moral  atau  bukan.  Karena dunia penerbangan sudah sepakat bahwa tanpa ada unit PKP-PK di bandar udara, pesawat udara tidak akan berani beroperasi  di bandar udara tersebut, dan kategori bandar udara tergantung dengan keberadaan fasilitas PKP-PK di bandar udara.  Kemudian berdasarkan ketentuan ICAO bahwa tugas pertolongan merupakan tugas utama PKP-PK.   Kelihatannya sudah jelas bahwa moralitas lebih diunggulkan dalam hal penyelamatan korban kecelakaan pesawat udara.

c. Keselamatan personel PKP-PK

                 Kecelakaan pesawat udara kemungkinan terjadi secara tiba   tiba (sudden crash).  Hal ini dapat terjadi saat pesawat udara melakukan lepas landas, mendarat, bergerak di movement area atau sedang parkir.  Kecelakaan pesawat udara tanpa di duga dan tentunya akan berisiko cukup tinggi bagi personel PKP-PK untuk menuju lokasi kejadian.

Pergerakan kendaraan PKP-PK dari Fire Station tentunya akan melalui jalan yang memiliki beberapa tikungan / belokan yang tentunya berisiko kendaraan akan terbalik jika pengemudi tidak memiliki ketrampilan dan kewaspadaan tentang kecepatan kendaraan yang diijinkan pada tikungan jalan.  Jika hal ini terjadi maka akan terwujud  risiko keselamatan personel PKP-PK yaitu mengalami kecelakaan dan kemungkinan nyawanya terancam.

2. Risiko eksternal.

a. Keselamatan penumpang

Keterlambatan personel PKP-PK menanggulangi kecelakaan pesawat udara secara tiba tiba (sudden crash) akan mengakibatkan risiko tinggi bagi korban.  Analisis ICAO bahwa waktu yang diberikan untuk mecapai response time tidak lebih dari 3 menit , itu merupakan waktu paling lambat bagi unit PKP-PK untuk menguasai kobaran api pada pesawat udara yang mengalami kecelakaan.  Menit selanjutnya untuk mengevakuasi penumpang dan awak pesawat yang terperangkap di dalam pesawat  udara.

Sungguh tragis jika unit PKP-PK terlambat dan sudah jelas korban yang luka berat dan meninggal dunia cukup banyak.

Disamping itu unit PKP-PK masih dibebani tugas untuk melaksanakan penanganan  awal bagi korban yang mengalami luka atupun tidak luka tetapi mengalami stress atau pingsan.  Hal ini  dilaksanakan karena tim medis belum tiba di lokasi karena saat penanggulangan kecelakaan pesawat udara  secara mendadak , sudah dapat dipastikan unit lain akan terlambat tiba di lokasi.

Dapat dibayangkan jika personel PKP-PK yang jumlahnya cukup terbatas kurang cepat menangani korban setelah dievakuasi, tentunya berisiko juga bagi korban yang memerlukan bantuan pernapasan dan ada kemungkinan tidak dapat tertolong jiwanya.  Inilah risiko pasca evakuasi korban bagi unit PKP-PK.

b. Keselamatan harta / barang milik korban

Disamping nyawa korban terancam, risiko keselamatan harta / barang milik korban juga menjadi risiko akibat kecelakaan.

Walaupun  sudah tertanggung oleh pihak asuransi maskapai penerbangan, namun tentunya tidak dapat terganti yang cukup sebanding dengan nilai sesungguhnya.

Belum lagi dokumen penting yang diangkut oleh pesawat udara dan tentunya akanmenjadi risiko cukup tinggi dalam kasus ini.

Masih banyak lagi sebenarnya risiko yang akan muncul dalam penanggulangan kecelakaan pesawat udara secara tiba tiba (sudden crash) di daerah pergerakan pesawat udara yang merupakan kasus cukup sulit dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum (ujud dari risiko) dan moral bagi personel PKP-PK.

Hal ini karena sudah ada standar atau ketentuan dari ICAO bahwa kasus tersebut akan diperhitungkan tentang pencapaian response time yang menjadi  alat bukti keberhasilan operasi PKP-PK yang dipersyaratkan.

Risiko yang dimaksud tentunya yang berkaitan dengan pasca evakuasi korban seperti keterlambatan pengangkutan korban ke rumah sakit ,  penanganan lanjut bagi korban yang mungkin perlu dilakukan di bandar udara dan tidak kalah pentingnya risiko petugas dalam penanganan keluarga korban yang histeris..

Manajemen Risiko

Pengertian

Secara sederhana pengertian manajemen risiko merupakan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi.  Jadi mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin / mengkoordinir dan mengawasi (termasuk mengevaluasi) program penanggulangan risiko.

Program

Program manajemen  risiko dengan demikian mencakup tugas-tugas  :

  1. Mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi;
  2. Mengukur atau menentukan  besarnya risiko;
  3. Mencari solusi untuk menghadapi atau menanggulangi risiko;
  4. Menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikan risiko;
  5. Mengkoordinir pelaksanaan penanggulangan risiko;
  6. Mengevaluasi program penanggulangan risiko yang telah disusun;

Pelaksanaan

Manajemen risiko bagi unit PKP-PK  dapat dilaksanakan dengan melalui latihan (training) dan perawatan peralatan (maintenance) sehingga akan menghasilkan kesiapan (ready for use).  Kesiapan yang dimaksud yaitu dengan melaksanakan kegiatan training akan terujud kesiapan personel dan dengan kegiatan maintenance akan terujud kesiapan peralatan.

Oleh sebab itu dengan mengelola kegiatan training dan maintenance secara berkesinambungan merupakan kegiatan manajemen risiko dalam unit PKP-PK dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut  :

1. Mengidentifikasi unsur unsur ketidakpastian dan tipe-tipe risiko yang dihadapi oleh unit PKP-PK yaitu sebagai berikut  :

  • Terjadinya kecelakaan pesawat udara tidak dapat dipastikan sehingga ada kemungkinan mengurangi kesiapan unit PKP-PK dan hal ini akan berisiko tinggi;
  • Kendaraan dan peralatan PKP-PK tidak dapat dipastikan dalam kondisi normal karena kemungkinan lifetime sudah melebihi ketentuan.  Seperti halnya  pada komponen air pressure (tekanan udara) yang menjadi penyebab utama dalam pergerakan kendaraan PKP-PK.    Air pressure system merupakan faktor penentu awal pergerakan kendaraan PKP-PK dalam  proses pencapaian response time.  Dalam kondisi normal air pressure minimal harus menunjukkan tekanan 6 kg/cm² .  Oleh sebab itu personel PKP-PK harus mewaspadai air pressure system tersebut dengan cara setiap 4 jam sekali kendaraan harus dihidupkan.   Kalau personel PKP-PK tidak tanggap tentunya akan berisiko dalam operasional PKP-PK.

2. Menghindari dan menanggulangi semua unsur ketidakpastian misalnya dengan membuat perencanaan yang baik dan cermat;

Perencanaan risk management unit PKP-PK tidak terlepas dari bagaimana pimpinan PKP-PK mengaplikasikan kegiatan training dan maintenance bagi personel secara berkesinambungan.  Sebagai contoh perencanaan sebagaimana dimaksud yaitu sebagai berikut  :

a. Perencanaan kegiatan training disesuaikan dengan jenis dan jadwal training , misalnya  :

– Hari Senin, Rabu dan Jumat

Latihan kering (dry drill) yaitu latihan menggunakan peralatan tanpa bahan pemadam seperti mengemudikan kendaraan, menggelar slang pemadam, menggunakan Breathing Apparatus dan protective clothing dll;

– Hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu

Latihan basah (wet drill) yaitu latihan menggunakan peralatan dengan bahan pemadam seperti mengoperasikan turret / monitor Foam Tender dengan pancaran solid, spray dan ditujukan kepada mock up pesawat udara.

– Setiap bulan minggu pertama

Latihan pemadaman dan pertolongan (hot drill) dengan skenario latihan yang sudah dipersiapkan sebelumnya;

b. Perencanaan kegiatan maintenance terutama preventive maintenance harus dilakukan setiap hari dengan berpedoman sebagai berikut  :

Perawatan harian (Preventive Maintenance tingkat ringan)    :

  • Pemeriksaan kendaraan PKP-PK;
  • Pemeriksaan kelengkapan kendaraan;
  • Kesiapan peralatan pemadaman;
  • Kesiapan peralatan pertolongan;
  • Pengetesan genset dan lampu;

Perawatan mingguan (Preventive Maintenance tingkat sedang);

> Pengetesan keandalan kendaraan;

  • Acceleration;
  • Maximum Speed;
  • Stopping Distance;
  • Uji pencapaian response time;

> Pengetesan keandalan peralatan pendukung;

  • Slang pemadam;
  • BA Set;
  • Resuscitator,  P3K dan tandu;
  • Protective Clothing;
  • Tangga;

> Perawatan bulanan (Preventive Maintenance tingkat sedang);

  • Pengetesan pompa pemadam;
  • Pengadukan dan pengayakan dry chemical powder  pada tangki kendaraan;

> Perawatan triwulan (Corrective Maintenance tingkat sedang)

  • Penggantian pelumas  mesin kendaraan;
  • Penggantian air radiator;
  • Greasing naple komponen kendaraan;
  • Pembersihan bak air PKP-PK;

> Perawatan semester(Corrective Maintenance tingkat sedang)

  • Penggantian pelumas transmisi;
  • Penggantian pelumas power steering;
  • Penggantian pelumas gardan;
  • Penggantian pelumas roda;
  • Penggantian obat-obatan P3K;
  • Pembersihan tangki air kendaraan;
  • Pembersihan tangki bahan bakar;
  • Uji kualitas foam AFFF (fire test method);

> Perawatan tahunan (Corrective Maintenance tingkat sedang);

  • Penggantian accu;
  • Pembersihan radiator;
  • Uji keandalan seluruh kendaraan PKP-PK;

3. Berusaha untuk mengetahui korelasi dan kosekwensi antar peristiwa , sehingga dapat diketahui risiko-risiko yang terkandung di dalamnya.

Tingkat emergency response (tanggap darurat) PKP-PK yaitu local standby, full emergency dan aircraft accident mempunyai korelasi dan konsekwensi sehingga mempunyai tingkat kesiagaan yang berbeda.  Perbedaan sebagaimana dimaksud karena dipengaruhi oleh risiko yang mungkin terjadi dan dengan penanganan yang berbeda pula.

Untuk lebih jelasnya dapat dicermati tentang Tingkat Siaga PKP-PK yaitu sebagai berikut  :

  1. Kecelakaan pesawat udara di dalam kawasan bandar udara (termasuk imminent crash, aircraft fire on the movement area)                          Dalam hal ini unit PKP-PK akan melakukan Siaga 3  yaitu langsung menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pertolongan dan pemadaman.  Dengan demikian tingkat risiko cukup tinggi dalam penanggulangan kecelakaan pesawat udara;
  2. Keadaan Darurat Penuh (Full Emergency) melibatkan langsung pesawat udara;Setelah menerima berita dari petugas watchroom maka unit PKP-PK akan melaksanakan Siaga 2 dengan tindakan melaksanakan emergency response (tanggap darurat) dan kemudian kendaraan PKP-PK langsung menuju standby position dengan bergerak convoy  (mobil komando, combined agent/foam tender) dan mobil ambulance menyusul kemudian (tidak perlu di standby position).  Dalam hal ini tingkat risiko belum begitu tinggi karena pergerakan kendaraan PKP-PK menuju standby position  tidak perlu mencapai top speed sebab posisi pesawat udara masih beberapa menit lagi akan melakukan pendaratan darurat.
  3. Local Standby; Setelah menerima berita dari petugas watchroom maka unit PKP-PK melaksanakan siaga 1 dengan tindakan melaksanakan emergency response (tanggap darurat) dan kemudian langsung menempatkan kendaraan PKP-PK di depan Fire Station dengan mesin kendaraan dihidupkan.   Dalam hal ini tingkat risiko kecelakaan pesawat udara kategori rendah , tetapi kewaspadaan unit PKP-PK tetap tinggi agar penekanan risiko dalam penanggulangan kecelakaan pesawat udara dapat dilakukan semaksimal mungkin.

Dari ke 3 tingkat siaga tersebut memiliki tingkat risiko tinggi, sedang dan rendah terhadap kecelakaan pesawat udara, namun kewaspadaan unit PKP-PK tetap tinggi dan tidak boleh disesuaikan dengan tingkat emergency;

4. Berusaha untuk mencari dan mengambil langkah langkah (metode) untuk menangani risiko-risiko yang telah berhasil diidentifikasi (mengelola risiko yang dihadapi);

Metode penanganan risiko yang telah teridentifikasi yaitu sebagai berikut:

1)    Selalu memotivasi kepada personel PKP-PK saat menerima tugas dengan slogan tanggap, cepat dan selamat yang mengandung arti bahwa tugas PKP-PK itu memerlukan tanggap terhadap darurat , cepat menanggulanginya dengan tidak mengabaikan faktor keselamatan;

2)    Mengondisikan kendaraan dan peralatan agar selalu siap pakai, dengan cara melakukan pengetesan setiap hari dan selalu mencari solusi bila terjadi trouble shooting dan tidak menunggu teknisi yang berkompeten;

3)    Menempatkan petugas di watchroom secara bergilir untuk mengamati pergerakan pesawat udara poada saat tinggal landas, mendarat, bergerak di movement area dan parkir sebagaimana dianjurkan oleh ICAO;

4)    Melaksanakan 3 E’s Fire Prevention Activities yaitu Engineering, Education dan Enforcement dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran di gedung fasilitas bandar udara secara rutin sehingga kegiatan ini untuk mengurangi risiko kebakaran yang akan terjadi;

Pentingnya mempelajari manajemen risiko

Dapat dilihat dari dua segi yaitu  :

1. Personel PKP-PK terutama para komandan/pimpinan akan dapat mengetahui metode yang tepat untuk menghindari atau mengurangi besarnya kerugian yang diderita baik oleh pengguna jasa penerbangan maupun pihak penyelenggara bandar udara (pemerintah) sebagai akibat ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa yang merugikan.

2. Untuk pribadi  :

  • Dapat menjadi pimpinan PKP-PK yang profesional;
  • Dapat memberi kontribusi yang bermanfaat bagi organisasi;

Dapat lebih berhati-hati dalam mengatur kehidupan pribadinya sehari hari;

sumber : Modul Diklat Senior PKP-PK 2012


Aksi

Information

One response

14 08 2012
Heriyanto Wibowo

Assalamualaikum,
Pertama-tama saya sangat mengapresiasi positif terhadap artikel ini dan hal-hal yang tertuang di dalamnya. kalo boleh sumbang saran, jika dilihat dari kacamata dunia bisnis penerbangan, definisi Risiko yang dianggap paling mudah dipahami adalah bahwa Risiko adalah sesuatu hal dan atau kondisi yang bisa mempengaruhi terhadap pencapaian suatu tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan biasanya risiko itu akan selalu menimmbulkan kerugian baik jiwa maupun harta benda yang tingkat keparahannya dapat diukur dari dampak dan tingkat kemungkinan yang mungkinh terjadi.

Kemudian apa yang disampaikan penulis terkait Risk Management di atas adalah sangat tepat, dimana proses standar yang dilakukan untuk mengelola resiko adalah : Identifikasi Risiko, menilai risiko, menentukan mitigasi yang tepat dan evaluasi.

Sebenarnya banyak yang bisa kita diskusikan terkait pengelolaan resiko, baik di dunia penerbangan secara umum maupun di Angkasa Pura II secara khusus.

Tks,
HW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: