PROSEDUR PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT

21 03 2012

Organisasi Airport Emergency Plan

Dalam kegiatan penanggulangan kedaaan gawat darurat / siaga di Bandar Udara perlu dibentuk organisasi tim yang meliputi :

Komite  Penanggulangan Keadaan Darurat ( airport emergency committee) sebagai pengendali di Pusat Pengendali Krisis (emergency operation centre) , terdiri dari berbagai unsur-unsur pimpinan  instansi terkait dalam Penanggulangan keadaan darurat baik di dalam maupun di luar bandar udara.  Penetapan struktur organisasi komite tersebut ditentukan melalui rapat dan kemudian dilanjutkan dengan rencana penerbitan dokumen perencanaan penanggulangan keadaan darurat pada suatu bandar udara.

Susunan keanggotaan komite penanggulangan keadaan darurat sebagaimana dimaksud paling sedikit terdiri dari seorang ketua merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, dan anggota sesuai unit/instansi yang akan terlibat dalam penanggulangan keadaan darurat.

Ketua Komite adalah Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara atau Kepala Bandar Udara;

Wakil Ketua Komite sebagaimana dimaksud adalah Kepala Bandar Udara atau pimpinan yang membidangi operasi bandara;

Sekretaris komite sebagaimana dimaksud adalah seseorang yang ditunjuk oleh Ketua Komite;

Keanggotaan komite sebagaimana dimaksud adalah perwakilan dari unit/instansi di bandara dan/atau di sekitarnya sampai radius 5 Nm (+  8 km) dari titik referensi bandar udara;

Keanggotaan komite sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya memiliki akses untuk mengkoordinasikan sumber daya manusia dan peralatan pendukung di tempat kerja untuk dapat segera melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam penanggulangan keadaan darurat;

Keanggotaan komite penanggulangan keadaan darurat adalah sebagai berikut  :

  1. Unit/instansi yang berada di bandar udara, antara lain  :
  • Instansi bea cukai (bagi bandara yang melayani penerbangan internasional);
  • Instansi imigrasi  (bagi bandara yang melayani penerbangan internasional);
  • Instansi karantina Instansi imigrasi  (bagi bandara yang melayani penerbangan internasional);
  • Instansi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika;
  •  Unit Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan;
  • Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran;
  • Unit Pengamanan Bandar Udara;
  • Instansi kantor Kesehatan Pelabuhan;
  • Unit Poliklinik Bandar Udara;
  • Unit Bidang Transportasi;
  • Perwakilan badan usaha angkutan udara/operator pesawat udara;
  • Instansi Kepolisian Bandar Udara;

2. Instansi di sekitar bandar udara sampai radius 5 Nm (+  8 km) dari titik referensi bandar udara , antara lain  :

  • Otoritas bandar udara;
  • Tentara Nasional Indonesiaq;
  • Polisi Republik Indonesia;
  • Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah daerah setempat;
  • Dinas Kesehatan Pemerintah daerah setempat;
  • Dinas Perhubungan Pemerintah daerah setempat;
  • Kantor Search and Rescue;
  • Rumah Sakit / Puskesmas;
  • Palang Merah Indonesia;
  • Penanggulangan keadaan darurat lainnya yang berkaitan dengan lokasi bandar udara, yang paling memungkinkan untuk diminta bantuannya;

Pusat Komando Penanggulangan Keadaan Darurat (Emergency Operation Centre / EOC)

Ruang EOC wajib diaktifkan bila terjadi keadaan darurat di bandar udara dan sekitarnya

Persyaratan lokasi gedung EOC adalah sebagai berikut  :

  1. Terletak di daerah antara daerah sisi udara dan sisi darat yang dapat memndang pergerakan pesawat udara;
  2. Khusus ruang pusat komando dan ruang negosiasi diwajibkan menghadap ke sisi udara dan posisi parkir isolasi pesawat udara;
  3. Ruangan pusat komando terletak pada bangunan lantai mpertama;
  4. Secara operasional dapat mendukung pos komando bergerak;
  5. Bangunan gedung harus permanen;

Ruangan gedung EOC harus mampu mendukung dan mengkoordinasikan operasional bila terjadi  :

  1. Insiden di bandar udara baik yang berhubungan dengan pesawat udara atau bangunan di bandar udara;
  2. Kecelakaan pesawat udara di bandar udara dan sekitarnya;
  3. Peristiwa pembajakan pesawat udara di bandar udara;
  4. Ancaman bom pada pesawat udara di bandar udara;
  5. Ancaman bom di gedung di bandar udara;

Pusat komando penanggulangan keadaan darurat wajib beroperasi sesuai jam operasi bandar udara dan/atau pada saat terjadi keadaan darurat di luar jam operasi bandar udara;

Pos Komando Bergerak (Mobile Command Post)

Bandar udara kategori I sampai dengan VII untuk PKP-PK, penyediaan pos komando bergerak bersifat rekomendasi;

Bandar udara kategori VIII, IX dan X untuk PKP-PK wajib menyediakan pos komando bergerak berupa kendaraan;

Pos Komando Bergerak (Mobile Command Post)  berfungsi sebagai pusat komando, komunikasi dan koordinasi di lapangan bila terjadi keadaan darurat dan/atau pada saat dilakukan latihan skala penuh;

Mobile Command Post hanya diaktifkan selama terjadi keadaan darurat dan/atau latihan skala penuh;

Tugas dan tanggung jawab

Komite Penanggulangan Keadaan Darurat

1. Ketua :

  • Bertindak sebagai komando saat terjadi darurat bandara  (situasi kuning) sesuai dengan kewenangannya,
  • Menunjuk salah seorang dari petugas di mobile command post untuk menjadi On Scene Commander ketika darurat bandara menjadi situasi merah (diperkirakan accident terjadi);
  • Mengkoordinir kegiatan di pusat kendali krisis,
  • Menentukan pemberlakuan dan pencabutan keadaan darurat siaga,
  • Memberikan keterangan pers,
  • Melaporkan keadaan gawat darurat dan hasil kegiatan yang telah dilakukan kepada pimpinan.
  • Mengkoordinir kegiatan rutin pertemuan komite;
  • Menjadwalkan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat sesuai aturan yang ditentukan;
  • Mengkoordinir pelaksanaan evaluasi hasil latihan Penanggulangan Keadaan Darurat;
  • Mengkoordinir pelaksanaan revisi dokumen AEP;

2. Wakil ketua

  • Membantu tuga-tugas ketua dalam pengendali keadaan darurat;
  • Menyiapkan pelaksanaan rapat rutin anggota komite;
  • Menyiapkan pelaksanaan evaluasi hasil latihan Penanggulangan Keadaan Darurat;
  • Menyiapkan pelaksanaan revisi dokumen AEP;

3. Anggota  Komite  :

  • Melaksanakan kegiatan sesuai bidang tugasnya;
  • Menginformasikan kepada ketua tentang perkembangan situasi di lapangan,
  • Berkoordinasi dengan kelompok pendukung dan pelaksana.
  • Mengevaluasi hasil latihan PGD sesuai bidang tugasnya;
  • Memberi masukan dalam perubahan materi dokumen AEP;
  • Menghadiri rapat rutin anggota komite PGD;

4. Kelompok komando operasi

a.  On scene commander;

  • Mengkoordinir pelaksanaan penanggulangan gawat darurat;
  • Berkoordinasi dengan komite PGD, kelompok pelaksana dan kelompok pendukung;
  • Mengambil keputusan di lapangan yang berkaitan dengan pelaksanaan PGD;
  • Menginformasikan kondisi di lokasi kejadian dan hasil pelaksanaan PGD secara bertahap kepada komite PGD;
  • Melaporkan pelaksanaan PGD selesai dan memerintahkan agar fasilitas operasi segera dikembalikan ke pos masing-masing;

     b.  Anggota  :

  • Membantu pelaksanaan tugas on scene commander;
  • Berkoordinasi dengan kelompok pelaksana sesuai bidang tugasnya;
  • Menginformasikan permasalahan yang timbul di kelompok pelasana  berkaitan dengan bidang tugasnya  kepada on scene commander;
  • Berkoordinasi dengan anggota kelompok komando lainnya dalam pelaksanaan tugas;

5. Kelompok Pelaksana

a.  Air Traffic Controller

  • Menginformasikan berita emergency sesuai ketentuan dokumen AEP;
  • Melaporkan situasi dan kondisi darurat bandar udara kepada ketua komite PGD;
  • Mengkoordinir pelaksanaan komunikasi seluruh unit fungsional bila lokasi kejadian di dalam kawasan sisi udara (airside);
  • Berkoordinasi dengan on scene commander tentang pergerakan fasilitas unit fungsional di sisi udara;
  • Meneruskan berita kepada seluruh komunitas bandar udara bahwa operasi bandar udara normal kembali;

b. Operasi pertolongan kecelakaan pesawat udara :

1)   Di dalam kawasan bandar udara  :

  • Pimpinan PKP-PK sebagai pimpinan operasi dilokasi kejadian,
  • PKP – PK bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi penanggulangan kecelakaan / kebakaran pesawat udara, sedangkan  Pemadam Kebakaran Pemda    sebagai tenaga bantuan.

2)   Di luar  kawasan bandar udara   :

  • Pimpinan pemadam kebakaran Pemda  ditunjuk sebagai pimpinan operasi dilokasi kejadian.
  • Pemadam kebakaran Pemda bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi penanggulangan kecelakaan / kebakaran sedangkan unit PKP–PK bandar udara   sebagai pemberi bantuan sesuai kesepakatan bersama.

6. Unsur Pelayanan Medis

Di dalam dan di luar kawasan bandar udara :

  • Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)  atau pejabat yang ditunjuk sebagai koordinator Tim Medis,
  • Tim Medis bertanggung jawab terhadap pelayanan medis korban kecelakaan / kebakaran pesawat udara,
  • Melaporkan hasil identifikasi korban ke Pusat Pengendali Krisis (EOC).

7. Unsur Pengamanan dan Ketertiban

Pelaksanaan pengamanan dan ketertiban pada kecelakaan /  kebakaran pesawat udara  :

1)  Di dalam kawasan bandar udara  :

a)   Koordinator Pengamanan ditunjuk sebagai koordinator pengamanan di lokasi kecelakaan,

b)   Unit Pengamanan bandar udara bertanggung jawab terhadap :

  • Kelancaran lalu lintas kendaraan dari dan ke lokasi kecelakaan,
  • Ketertiban penempatan penumpang yang selamat,
  • Menertibkan orang – orang yang tidak berkepentingan,
  • Pengamanan terhadap barang – barang penumpang,
  • Pengamanan dari instansi terkait berkoordinasi dengan Unit Pengamanan  bandar udara dalam memberikan tugas pengamanan,

2)  Di luar kawasan bandar udara :

Pimpinan Polisi sekitar lokasi kejadian ditunjuk    sebagai koordinator pengamanan dan bertanggung jawab :

  • Keamanan dan ketertiban di lokasi kecelakaan,
  • Menertibkan orang  orang yang tidak berkepentingan,
  • Mengamankan barang – barang penumpang korban kecelakaan / kebakaran pesawat udara,
  • Membantu evakuasi korban dari lokasi kejadian,
  • Melaporkan perkembangan situasi kepada Komando Pengendali.

8. Kelompok Pendukung

Kegiatan kelompok pendukung ini dikoordinir oleh Pimpinan / Pejabat yang ditunjuk masing – masing unit fungsional.

Tugas kelompok pendukung :

  • Menyiapkan dukungan komunikasi
  • Menyiapkan Transportasi dan Logistik,
  • Menyiapkan fasilitas operasional yang diperlukan,
  • Berkoordinasi dengan Kelompok Pengendali dan pelaksana;
  • Menyiapkan Transportasi dan Logistik,
  • Menyiapkan fasilitas operasional yang diperlukan,
  • Berkoordinasi dengan Kelompok Pengendali dan pelaksana;

Identitas petugas di lapangan

Untuk membedakan petugas di lapangan, menggunakan identitas dengan memakai rompi atau topi dengan perbedaan warna sebagai berikut :

1.

ORANYE

:

Untuk Komando Pengendali

2.

M E R A H : Untuk  Kepala Unit Pertolongan & Pemadaman

3.

B I R U : Untuk  Kepala Unit Pengamanan Bandara

4.

PUTIH dengan tulisan MERAH : Untuk Kepala Unit Gawat Darurat Medik

5.

H I J A U : Untuk  Anggota Transportasi

6.

COKLAT TUA : Untuk Kepala Unit Forensik.

Tindakan organisasi tim Penanggulangan Keadaan Darurat

Disesuaikan dengan kondisi keadaant darurat;

Disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing unit fungsional;

Mengacu kepada kepentingan fungsi komando, koordinasi dan komunikasi;

Menyegerakan operasional bandar udara dengan tidak mengabaikan faktor keselamatan penerbangan;

Airport Emergency Plan Document

Pengertian

  • Merupakan dokumen rencana penanggulangan gawat darurat pada suatu bandar udara;
  • Merupakan proses kesiapan bandara  untuk menanggulangi gawat darurat yang terjadi di dalam bandara dan sekitarnya.
  • Merupakan  serangkaian   prosedur   koordinasi    antara    unit    kerja  / instansi terkait   di  bandara dan sekitarnya  yang  dapat   memberikan  bantuan  dalam  penanggulangan gawat darurat.
  • Penanggulangan gawat darurat  harus terprogram dan terkoordinasi antara pengelola bandara dgn unit fungsional di dalam dan sekitar bandara.
  • Konsep prosedur penggulangan gawat  darurat berlandaskan 3 unsur, yaitu :

KOMANDO (COMMAND)

KOMUNIKASI (COMMUNICATION)

KOORDINASI (COORDINATION)

Materi AEP  :

Berisikan tentang  :

a. Kesepakatan bersama antar unit fungsional terkait dalam rangka pelaksanaan penanggulangan gawat darurat;

b. Klasifikasi gawat darurat;

  • Darurat melibatkan langsung pesawat udara;
  • Tidak melibatkan langsung pesawat udara;

c. Latar belakang

  • Pelayanan jasa penerbangan dan kebandarudaraan tidak terlepas dari peran serta instansi / unit fungsional kerja terkait di dalam maupun di luar bandara;
  • Keberhasilan penanggulangan gawat darurat dapat terwujud bila didukung dengan adanya Airport Emergency Plan
  • Musibah penerbangan tidak dapat ditanggulangi sepenuhnya oleh salah satu unit fungsional dan harus dilakukan secara tim yang terbentuk dalam organisasi penanggulangan gawat darurat.

d. Maksud dan tujuan

  • Untuk memahami fungsi, tugas dan tanggung jawab dalam penanggulangan gawat darurat di bandar udara dan sekitarnya
  • Untuk meningkatkan fungsi komando, koordinasi dan komunikasi;
  • Untuk menentukan fungsi pengendali sesuai batasan wilayah di sekitar bandar udara.

e. Organisasi tim Penanggulangan Keadaan Darurat

  • Ketua komite;;
  • Kelompok komando;
  • Kelompok Pelaksana;
  • Kelompok Pendukung

f.  Tindakan tim PGD;

Disesuaikan dengan klasifikasi keadaan darurat;

Airport Emergency Plan Document

Diawali dengan  :

Rapat pertemuan antara pejabat pengelola bandara dengan para pejabat komunitas bandara yang berkaitan dengan penanggulangan gawat darurat;

Membahas    :

  • Pembentukan Organisasi Penanggulangan Keadaan darurat;
  • Kesepakatan Bersama;
  • Penyusunan AEP Document;
  • Hal lain yang berkaitan dengan Penanggulangan keadaan darurat;
  • RencanaSosialisasi AEP Document;

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: