PENGETAHUAN BISNIS BANDAR UDARA

23 03 2012

Filosofi dasar keberadaan bandar udara

Keberadaan bandara harus dapat menggerakan roda perekonomian di daerah sekitar bandara & harus dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar bandara.

Pelayanan bandara harus berorientasi kepada kepuasaan pelanggan (pengguna jasa), menciptakan keamanan, ketertiban, kelancaraan & kenyamanan serta memiliki nilai tambah bagi para pelaku ekonomi melalui pelayanan jasa transportasi udara yang efektif dan efisien.

Bandara harus diusahakan sedemikian rupa sehingga dapat memumpuk keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mempertimbangkan aspek keamanan & keselamatan penerbangan.

Bandara berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

Adalah kawasan di daratan dan atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat & lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang & tempat perpindahan intra & antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan & keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok & fasilitas penunjang lainnya.

Pelayanan dan fasilitas bandar udara

    • Essensial Operational Services (ATS, RFFS, Security, etc) Diarahkan untuk kapasitas operasi pelayanan lalu lintas udara, keamanan dan keselamatan penerbangan serta kelancaraan;
    • Traffic Handing Services (Check-in, Counter, Loading/Unloading,etc) untuk mendukung pelayanan penerbangan;
    • Commercial Activities (Concessionaires, etc); Merupakan bisnis turunan karena adanya penumpang penerbangan dan pengguna jasa bandara, kargo dan pemanfaatan kawasan bandara

Keselamatan Penerbangan

Adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang & fasilitas umum lainnya.

Keamanan Penerbangan

Adalah suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan melawan hokum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas & prosedur

Pelayanan

Adalah suatu keadaan terpenuhinya ketentuan level of services sehingga mewujudkan kepuasan bagi pengguna jasa bandara.

Paradigma bisnis

Paradigma bisnis yang berkembang pada saat ini, bahwa para pebisnis tidak kaku berpegang pada teori-teori baku, melainkan mengembangkan konsep jasa yang memiliki keunikan, baik dalam product maupun service-nya  :

“ produk barang atau jasa  yang baik dan unik akan mampu menjual diri sendiri”

Peran bandar udara

  • Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya (bandara pengumpul/HUB atau bandara pengumpan/SPOKE).
  • Pintu gerbang kegiatan perekonomian.
  • Tempat kegiatan alih moda transportasi.
  •  Pendorong & penunjang kegiatan industry dan / atau perdagangan;
  • Pembuka isolasi daerah, pengembangan daerah perbatasan & penanganan bencana; serta
  • Prasarana memperkukuh Wawasan Nusantara & kedaulatan Negara.

Fasilitas Pokok

1  Fasilitas keamanan & keselamatan

  • Fasilitas Security
  • Fasilitas PKP-PK
  • Fasilitas Salvage
  • Alat bantu pendaratan visua (airlifted lighting system)
  • Sistem catu daya kelistrikan
  • Pagar;

2   Airside facility

  • Runway
  • Runway strip
  • RESA
  • Stopway
  • Clearway
  • Taxiway
  • Apron
  • Marka & Rambu
  • Fasilitas meteorologi;

3  Land side facility

  • Terminal (penumpang dan kargo)
  • Control Tower
  • Depot bahan bakar pesawat udara
  • Access Road
  • Parkir kendaraan bermotor
  • Bangunan Ops penerbangan
  • Hanggar
  • Bangunan Adm/Penerbangan
  • Marka & Rambu
  • Fasilitas pengolah limbah

Fasilitas penunjang

Merupakan fasilitas yang secara langsung dan tidak langsung menunjang kegiatan bandara dan memberikan nilai tambah secara ekonomis pada penyelenggara bandara, antara lain fasilitas perbengkelan pesawat udara, fasilitas pergudangan, penginapan / hotel, toko, restoran, dan lapangan golf.

Penyelenggara kegiatan di bandar udara

1. Kegiatan Pemerintahan di bandara  :

  • Pembinaan kegiatan penerbangan (Otoritas Bandara)
  • Kepabeanan (customs)
  •  Keimigrasian (immigration)
  • Kekarantinaan (Quarantine)

2. Penyelenggara/pengelola bandara  :

  • Badan usaha Bandar udara untuk Bandara yang diusahakan Secara komersial setelah memperoleh Izin dari Menteri; atau
  • Unit penyelenggara Bandar Udara untuk bandara yang belum diusahakan secara komersial yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada pemerintah dan/atau pemda.

Penyelenggara bandar udara 

1.   Badan usaha bandar udara

Adalah BUMN, BUMD, atau badan hukum Indonesia berbentuk perseroan terbatas atau koperasi, yang kegiatan utamanya mengoperasikan bandara untuk pelayanan hukum;

2. Unit penyelenggara bandar udara

Adalah lembaga pemerintah di bandara yang bertindak sebagai penyelenggara bandara yang memberikan jasa pelayanan kebandarudaraan untuk bandara yang belum diusahkan secara komersial.

Pendapatan bandar udara

  1. Pendapatan dari pengusahaan bagian-bagian bandara;
  2. Pendapatan dari sector kegiatan bandara
  3. Pendapatan dari kegiatan langsung dan tidak langsung      pelayanan bandara

Kegiatan pengusahaan bandar udara – PASAL 232

1    Pelayanan Jasa Kebandarudaraan  :

Meliputi pelayanan jasa pesawat udara, penumpang, barang,dan pos terdiri atas penyediaan dan/atau pengembangan  :

  • Fasilitas untuk kegiatan pelayanan pendaratan, lepas landas, maneuver,parkir, dan penyimpanan pesawat udara;
  • Fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan penumpang,kargo,dan pos;
  • Fasilitas elektronika, listrik, air, dan instalasi limbah buangan; dan
  • Lahan untuk bangunan, lapangan, dan industri serta gedung atau bangunan yang berhubungan dengan kelancaraan angkutan udara.

2. Penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan

  • Pemerintah bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan thd pesawat udara yang beroperasi di ruang udara yang dilayani.
  • Pemerintah membentuk satu lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan.
  • Lembaga dimaksud memenuhi criteria sbb :

Mengutamakan keselamatan penerbangan

1)      Secara finansial dapat mandiri.

2)      Biaya yang ditarik dari pengguna dikembalikan unit biaya investasi dan peningkatan operasional (cost recovery)

Navigasi penerbangan
Adalah proses mengarahkan gerak pesawat udara dari satu titik ke titik yang lain dengan selamat dan lancar untuk menghindari bahaya dan/rintangan penerbangan.

Tanggung jawab ganti kerugian

  1. Badan Usaha Bandar Udara bertanggung jawab terhadap yang diderita oleh pengguna jasa bandara dan/atau pihak ketiga yang diakibatkan oleh pengoperasian bandara;
  2. Tanggung jawab terhadap kerugian meliputi  :
  • Kematian atau luka fisik orang;
  • Musnah, hilang, atau rusak peralatan yang dioperasikan; dan/atau
  • Dampak lingkungan di sekitar bandara akibat pengoperasian bandara.

3. Risiko atas tanggung jawab terhadap lingkungan kerugian wajib diasuransikan.

Tantangan bisnis bandar udara

  1. Fenomena Low Cost Carrier (Aviation Indutry) : Deregulasiindustry airlines menumbuhkan airlines dan pax dengan cepat, tapi saat ini growth sudah mulai stabil.;
  2. Penambahan kapasitas bandara (ATS dan Airport) tidak secepatpertumbuhan airlines dan pax.
  3. Safety & Security Issues.
  4. Tuntutan publik dan pelaku ekonomi akan pelayanan bandara yang lebih baik.
  5. Beberapa provinsi ingin memiliki bandara internasional danPemda menuntut agar bandara memberika konstribusi yang lebihbesar (selain pajak).
  6. Pengelola bandara harus bertanggung jawab atas kondisi social masyarakat sekitar bandara.
  7. Pemerintah akan mengambil alih pemanduan navigasi udara (UU No.1 th 2009 Tentang Penerbangan).
  8. Pemerintah mengambil alih pendapatan Pas bandara menjadiPNBP (PP No.6 th 2009 tentang PNBP);
  9. Bandara dianggap mesin bisnis yang pasti menguntungkan.Pemerintah mengizinkan bandara dioperasikan oleh swasta (UUNo.1 th 2009 Tentang Penerbangan).;Eksistensi organisasi Administrator Bandara semakin diperkuat (Otoritas Bandara, UU No.1 th 2009 Tentang Penerbangan);
  10. Airport mengarah pada perluasaan terminal penumpang untuk peningkatan LOS serta pengembangan area kargo dan Investasi harus dilaksanakan pengelola bandara itu sendiri

Pergeseran paradigma bisnis

1. Current status                                                

  • Airport as Utility
  • Safety & Security Oriented
  • Traffic Growth
  • Limitation Fund from Govemment

2  Future

  • Airport to be operated as a business
  • Income for covering the Investement Cost
  • Business Innovation
  • Competitive  :

1) Low Cost

2) High Customer Services

3) High Product Quality

Business Output

  1. Corporate value yang meningkat (ROI, Deviden, Tax);
  2. Pengembangan bisnis yang memacu ekonomi local, nasional dan regional
  3. Sensitifitas airlines ( B TO B) dan Pax (B TO C) yang meningkat terhadap pelayanan ATS dan Airport;
  4. Peningkatkan lingkungan hidup dan benefit pada komunitas  bandara

Keunggulan bersaing

  1. Mutlak
  2. Komparatif
  3.  Kompetitif

Perusahaan Masa Depan

  1. Fleksibel – Memiliki daya adaptasi tinggi;
  2. Berorientasi pada pelanggan – Berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik-baiknya;
  3. Cerdas – Mampu memahami konteks bisnis dengan baik dan member respons yang tepat;
  4. Gesit – Mampu bertindak dengan cepat;
  5. Manusiawi –  Merupakan suatu komunitas manusia yang saling peduli;
  6. Beriorientasi ke masa depan – Mampu belajar secara inovatif untuk menyongsong masa depan

Kunci keberhasilan

  1. Versatility : Kemampuan mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan
  2. Patience     : Kemampuan bertahan (budaya berdaya saing);
  3. Focus         : Kemampuan membuat prioritas yang tepat;
  4. Vision         : Kemampuan menciptakan masa depan;
  5. Sensitive    : Peka terhadap permasalahan;
  6. Innovative   : Kemampuan menciptakan sesuatu yang baru.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: